Pertemuan Minggu ke 8 ( UTS )

UTS Pencak Silat  (Paket 6)

oleh Trias Kartika Oktrina

20060484006 (2020A)



SIKAP DAN GERAKAN DASAR PENCAK SILAT

Pada beladiri pencak silat, sikap hal yang penting sekali dalam mengambil gerak-gerak selanjutnya.

Sikap dan gerak akan mempengaruhi bentuk-bentuk pembelaan dan serangan. Dalam pencak silat, dikenal istilah jurus, jurus adalah dasar pencak silat yang merupakan senjata anatomi tubuh untuk mempertahankan diri dan batas serangan. Antara penyerang dan yang mempertahankan saling menggunakan jurus-jurusnya. Sikap dan gerak itu dalam mempengaruhi juga. peringkat atau sikap kita baik, mudah untuk memunahkan serangan lawan dengan jurus-jurus yang kita kehendaki.

Berada di posisi atau berada di posisi kita yang kurang baik, sukar untuk melaksanakan gerakan dengan baik. Bila kita mempunyai posisi yang baik akan lebih menguntungkan, lebih banyak kemungkinan melindungi bagian yang lemah dari tubuh kita sendiri, dan dapatmembatas menyerang bagian-bagian yang lemah dari lawan.

Malah bila lemah atau kurang baik, kita mudah diserang bagian-bagian lemah kita, sehingga peringkat kila rusak, sikap dan gerak kita kacau dan kurang terkontrol.

Pencak silat yang baik selalu berupaya agar pihak lawan selalu berada dalam posisi yang tidak baik, misalnya dengan sikap dan gerak tipu menghilangkan lawan, sapuan kaki, lawan terhadari dan sebagainya. Sikap dan gerak sebagai dasar pencak silat harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.



1. Sikap Dasar Pencak Silat.

Pembentukan sikap merupakan dasar dari pesanan yang termasuk sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah, yaitu kesiapan fisik tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikapah, yaitu kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan yang waspada, siaga, praktis dan efisien.

Sebuah. Sikap berdiri.

Sikap berdiri pada pencak silat garis besamya ada tiga sikap, antara lain: 1) Sikap berdiri tegak

2) Sikap berdiri kangkang

3) Sikap berdiri kuda-kuda.

1) Sikap berdiri tegak.

- Badan tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex.

- sudut Tumit rapat, Telapak kaki membuat 90 derajat.

- Berat badan pada kedua kaki

- Bernafas wajar, melalui hidung.

Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan yang dapat dibedakan menjadi 4 (empat) sikap tegak:

- Sikap tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping.

- Sikap tegak 2, kedua tangan yang mengepal berada di pinggang

- Sikap tegak 3, kedua tangan mengepal di dada

- Sikap tegak 4 kedua tangan silang di dada




Sikap tegak 1 digunakan untuk:

Tamparan Sikap, pada waktu berbaris 

Melakukan pemusatan Diri, Berdoa 

Sikap awal melakukan gerakan Sikap tegak 2 dan 3 digunakan untuk: 

Sikap awal melakukan gerakan dasar 

Sikap awal melakukan elementer. 

Gambar 1 Sikap berdiri tegak

Halaman ke 16 dari 72 NASKAH SOAL UJIAN SUB SUMATIVE / TENGAH SEMESTER GENAP TA. 2020-2021,

 PENCAK SILAT (DILENGKAPI MATERI VIRTUAL)

  

Sikap tegak 4 digunakan untuk:

Sikap awal melakukan gerakan teknik 

Sikap awal melakukan sambung / bertanding 

Sikap salam atau menghormat

Dari sikap tegak 1, kemudian dua telapak tangan merapat di depan dengan kepala anggukan, kemudian kernbali ke sikap tegak 1 lagi.

GAMBAR 2

Sikap Salam / Menghormat

Sikap menghormat dilakukan pada waktu:

Sebuah. Setiap awal dan akhir pelajaran / lalihan kepada guru pelatih.

b. Memberi salam kepada teman.

Memakai dan berhenti perrnainan / pertandingan.

Sikap bersyukur / berdoa / memusatkan diri.

Kedua lengan ke atas, pandangan ke atas menjelang doa berdoa rapatkan kedua tetapak tangan di atas kepala turunkan di depan, tundukkan kepala berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak lurus kepala ke bawah





Sikap istirahat

Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergetangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan istirahat sikap ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan.

Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang dengan baik.




2) Sikap berdiri kangkang

Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-garis sikap menunjukkan fisik badan, agar kedua kaki sama simetris. Cara mengambil sikap dengan:

merentang kaki kiri ke kiri, atau merentangkan kaki kanan ke kanan, atau 

 loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk sikap kangkang.



pandangan tetap kemuka. kedua tangan mengepal berada di pinggang.

3) Sikap berdiri kuda-kuda

Kuda adalah cara tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan balasserang.

Masalahposisidalampencaksilat, padahakikatnyasebagianbesaradalah masalah kuda-kuda. Banyak ragam bentuk kuda-kuda, setiap tempat kaki dinamai kuda-kuda. Pada waktu melakukan kuda-kuda keseimbangan

badan penting sekali, karena bila keseimbangan bar 'kita tidak benar, akan mudah jatuh, lebih-lebih bila menyerang itu melakukan dengan tenaga yang kuat.

Perlu kita ketahui adanya dua macam keseimbangan badan yaitu keseimbangan badan dalam keadaan berhenti dan dalam keadaan bergerak. Pada keseimbanganbadan yang bergerak dalam situasi darurat, dan situasi yang tepat bila tepat-kuatnya, karena tidak akan mampu atau sukar melakukan gerak yang efektif.

Dalam sikap kuda-kuda, badan dalam keadaan seimbang; tetapi dapat mudah bergerak. Hal ini berkaitan dengan kepentingan bagi posisi kita baik dalam keadaan berhenti, maupun dalam keadaan kita bergerak.

Sikap berdiri kuda-kuda kita:

a) Kuda-kuda depan

b) Kuda-kuda belakang

c) Kuda-kuda tengah

d) Kuda-kuda samping

e) Kuda-kuda silang, terdiri dari:

Sebuah)

 Kuda-kuda silang depan.

 Kuda-kuda silang belakang

Kuda-kuda depan

Untuk melatih kuda-kuda depan, kita menggunakan garis 8 penjuru mata angin. Pengawasan dari berdiri di tengah- tengah titik 0. Bergerak kaki kerabat dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik berat badan berada sedikit pada kaki depan.




Dan sikap awal tegak 2, geser kaki kanan ke depan menjadi kuda-kuda depan, tarik kaki kanan kembali sikap semula. Geser kaki kiri ke belakang mejadi kuda-kuda depan dengan mundur tarik kaki kiri ke depan kembali sikap semula, sikap tegak 2. Pada dasamya sikap kuda-kuda depan di rnulai dari sikap awal sikap tegak 2, kemudian kaki kiri atau kaki kanan digeser ke arah sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin (lihat gambar 7).

Setelah kaki berhenti melangkah / bergeser titik berat badan harus tetap di tengah, tidak bergoyang-goyang, kaki belakang ditekuk sedikit, tidak boleh lurus.





b) Arah delapan penjuru mata angin

Kuda-kuda belakang

Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan jangan condong kebelakang atau ke berangkat, demikian juga jangan miring kiri atau ke kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk mengelak serangan lawan kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.


Serong kanan depan Serong kiri depan Samping kiri

Serong kiri belakang Serong kanan belakang

Dari posisi awal posisi tegak 2, kaki kiri ke belakang ke posisi kuda-kuda helakang, kembali ke posisi tegak 2 pada titik 0. Demikian juga kaki kiri ke posisi kuda-kuda belakang. Bila serong kiri belakang atau serong mundur kanan belakang membuat kuda-kuda belakang.




c)  Kuda-kuda tengah.

Kuda-kuda tengah adalah kuda-kuda yang kuat, banyak dilakukan pada serangan atau tangkisan yang agak rendah. Pada kuda-kuda tengah keseimbangan badan ada di tengah tengah. Dan pinggang sampai kepala harus lurus dan tegak. Pandangan ke depan, kedua lutut segaris tegak lurus dengan ibu jari kaki kiri dan kaki kanan.



 

Pelaksanaan pelaksanaan kuda-kuda tengah dengan melaksanakan kuda-kuda depan. Pada kuda-kuda depan hanya kaki, sedangkan pada kuda-kuda tengah lutut kuda-kudanya segaris tegak harus dengan kedua kaki masing-masing.


d) Kuda-kuda Samping.

Dari titik 0 kaki kiri menggeser ke samping kiri. Berat badan pada kaki kiri, bahu kanan sejajar / segaris dengan kaki. Kuda-kuda ini banyak dipakai untuk mengelak menghilangkan bidang sasaran sena untuk menyerang lawan langkah lawan.




e)  Kuda-kuda silang.

Kuda-kuda silang dapat dilaksanakan yaini laug depan dan silang belakang. Berat badan dilimpahkan pada satu kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu ujung jari kaki. Di daerah berpasir atau berlumpur, ujung jari atau punggung kaki dapat mengambil sikap menyerok. Pada sikap silang simpanan kaki yang ringan siap untuk menendang / menjejak, tetapi lincah berpindah arah untuk menghilangkan serangan. Pada sikap silang belakang kaki yang dipakai tumpuan dapat menyerang. Posisi ini untuk menipu, kaki yang satunya dapat berubah tempat. Sikap gerak pembelaan / serangan selalu didukung oleh sikap kuda-kuda tertentu  , maka latihan sikap kuda-kuda harus ditanamkan benar-benar. Latihan  dasar kuda-kuda dilakukan dari sikap tegak 2.




4)  Sikap Jongkok

Sikap jongkok ada dua macam, jongkok dan jengkeng. Sikap jongkok di sini bukan jongkok biasa, tetapi

mencangkung pantat duduk di ujung kedua tumit. Pinggang, punggung, leher dan kepala tegak lurus pandangan mata ke depan. Keseimbangan tetap dijaga dengan baik. Kedua telunjuk tangan di kedua dengkul masing- masing-masing-masing tetapi kewaspadaan dan kesiagaan. Jari-jari kaki perseteruan juga otot-otot bahu tungkai bawah dan sendi sendi ditambah sendi bahu. Untuk puteri kedua kaki agak merapat demikian juga sikap jengkeng.




5) Sikap duduk

Sikap duduk termasuk sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasar permainan bawah. Untuk

permainan bawah ada 4 (empat) sikap, yaitu: duduk, sila, simpuh, sempok / depok dan trapsila / mengorak sila. Dari sikap awal sikap tegak 2 kemudian duduk, sila atau sempok sila alasnya tegel atau ubin yang dijaga adalah ruas tulang belakang beristimewa ruas tulang ekor. Terlalu keras ke ubin berbahaya untuk mata. Untuk latihan gerakan sikap duduk tangan kiri atau kanan membantu bila telah lancar tanpa bantuan tangan. Sikap mendarat simpuh dilakukan seperti sembahyang. Bila jari-jari kaki ditekuk dan tumit menyangga badan.





Kelima sikap tersebut, badan dan kepala tegak, pandangan lurus ke muka, jadi sederhana tetapi tetap gagah dan anggun. Waktu sila kedua kaki melipat ular bergelung siap melakukan belaan atau serangan kaki. Kedua lengan / tangan siap sempok / depok kaki yang di alas, siap pakai menyapu, menggunting lawan, menghalau / menjejak perut lawan.




6) Sikap Berbaring.

Sikap berbaring fungsi fungsi untuk menjatuhkan diri dan sikap pembelaan, seorang pesilat

tidak boleh jatuh, tetapi kalau jatuh, apakah jatuhnya terlentang, miring alau telungkup, harus benar-benar jatuhnya tidak apa-apa, masih dalam sikap pembelaan. Pada jatuh telungkup mendarat kedua tangan dulu, jangan muka dulu, hati-hati dari otot-otot lengan, tangan balm harus kuat. Memang ada pesilat yang khas bermain bawah, langsung terlentang atau miring. Dalam hal ini dari melakukan lipatan kaki, sapuan, tolakan dan serangan batas dan lainnya. Sikap berbaring kami dan: Sikap telentang, sikap miring, dan sikap telungkup.




Pada sikap jatuhan telentang angkatlah, misalnya paha 90 derajat, telapak tangan kanan di dari a, tangan kanan lurus agak serong. Lutut kaki kanan dibengkokkan, badan turun-pelan, jatuh telentang pelan-pelan. Hati-hati ruas tulang ekor dan belakang kepala. Tungkai bawah bila paha diangkat dengan sendirinya tergantung lurus dilakukan kiri dan kanan.

Untuk jatuhan sikap miring, dari telentang kaki kanan yang lututnya bengkok bergerak melalui kaki kiri, ditekuk lutut kanannya, sedangkan tangan kanan yang di dada pindah ke pangkal paha, kaki kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan .kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan kanan. Sikap telentang diawali dari sikap tegak 2. Jongkok yang terus simpuh, kemudian mendaratlah kedua lengan sebatas siku membentuk segitiga. Bertumpuan pada kedua kaki dan kedua tangan sebatas siku. Lutut, perut dan dari jangan mengenai lantai

7) Sikap Khusus.

Sikap khusus yang penting adalah tegak satu kaki. Dalam cerita silat terkenal, dengan nama ayam jantan emas berdiri satu kaki. Elakan burung bangau Nusantara juga disebut panccr atas. Sikap tegak satu kaki ini merupakan dasar melatih keseimbangan yang perlu untuk gerak pembelaan maupun serangan.


1) Sikap khusus antara lain: sikap tegak satu kaki, sikap harimau / merangkak, sikap monyet, sikap naga dan lain-lain.

2) Sikap harimau dimulai dari sikap awal kuda-kuda depan, turun pelan-pelan dibantu dengan kiri. 

3) Sikap monyet, gerakannya lucu, tapi penuh serang, bela geser gesit, terampil, serangan tidak diduga.





8) Sikap Pasang

Pengertian sikap pasang adalah suatu siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan

dilakukan pada awal serta akhir dari rangkaian gerak. Sikap pasang mempunyai unsur-unsur: sikap kuda-kuda, sikap tubuh, sikap lengan dan tangan. Sikap pasang sikap yang penting dalam penyajian seni dan pertandingan pencak silat olahraga.

Ditinjau dari tinggi rendahnya sikap tubuh, sikap pasang dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: pasang atas pasang tengah, dan pasang bawah. Pasang atas dan pasang tengah rnenggunakan kuda-kuda atau sikar kaki sebagai berikut:

1) kuda-kudadepan

2) kuda-kudabelakang

3) kuda-kudasilang (depandanbelakang)

4) dansikapkhususlainnyaataumenirukanbinatang

5) kuda-kudasamping

Sebuah. Sikap Pasang Atas:

Dari berdiri sikap tegak 4, kaki kiri maju dengan menyodorkan lengan tangan kiri ke depan, kembali sikap

Tegak 4. Kemudian ganti kaki kanan maju, dengan menyodorkan lengan tangan kanan ke depan, kembali sikap tegak 4. Selanjutnya diterapkan dengan maju dan mundur pandangan tetap ke depan, dan keseimbangan tempat dijaga.





b. Sikap Pasang Bawah:

Sikap pasang pada pasang bawah (low) salah satu lutut bertumpu di lantai. Titik berat badan lebih

rendah, kelas bidang tumpuan. Beban lebih berat, sedangkan gerakan harus cepat dan lincah. Sikap pasang dengan jongkok atau jengkeng, dimulai dari sikap awal tegak 2.








2. Gerak Dasar Pencak Silat.


Dari sikap kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah sampai dengan kuda-kuda silang dapat dikembangkan berbagai bentuk gerak pembelaan ataupun bentuk gerak penyerangan, yaitu merupakan bentuk bentuk dasar pencak silat. Untuk olah raga dasar tersebut, perlu diimplementasikan arah delapan penjuru mata angin dan langkah-langkah, dapat bertaruh di peringkat yang cepat bila menghadari lawan alamat dengan penempatan kaki yang benar. Dan satu langkah membuat langkah baru. Dari posisi yang satu membentuk yang lain. Adapun bentuk bentuk dasar pencak silat termasuk unsur unsur:

1. arah (delapan penjuru mata angin)

2. cara melangkah

3. langkah dan cara

4. bentuk / pola langkah

1. Arah.

Pengertian dan pemahaman mengenai arah sangat diperlukan dalam pembuatan pesanan dasar pencak silat. Arah yang harus diimplementasikan adalah arah delapan penjuru mata angin, dalam pengertian gerak, yaitu:

1) Belakang

2) Serong kiri belakang

3) Samping kiri

4) Serong kiri depan

5) Depan

6) Serong kanan depan

7) Samping kanan

8) Serong kanan belakang dan 0 = titik awal setempat.

Dapat dimulai sebagai latihan dasar kuda-kuda depan, bergerak dari nomor 1 (belakang), kemudian ke nomor 2 arah serong kiri belakang dan seterusnya. Latihan dapat dilakukan berputar menurut arah jarum jam. Selanjutnya dapat dilakukan dengan langkah mundur, karena sifat pencak silat sekelompok orang pada pembelaan.

2. Cara Melangkah.

Cara melangkah yaitu, cara memindahkan injakan kaki, dapat dilakukan dengan: 1) Angkatan

2) Geseran

3) Putaran

4) Lompatan

5) Loncatan

6) Ingsutan

1) Angkatan,

Angkatan tinggi dan angkatan rendah. Angkatan tinggi: satu kaki diangkat tinggi, paha dasar, letakan kaki tersebut pada tempat-tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.



Dari sikap tegak satu kaki, paha kiri dan letak kaki kiri ke depan dengan kuda-kuda depan. Setelah mantap angkat kaki kanan paha datar, kemudian kaki kanan letakkan di depan dan seterusnya. Langkah tersebut dapat juga dilakukan dengan langkah silang.

Angkatan rendah: satu kaki diangkat biasa, kira-kira paha bersudut 30 derajat, letakkan kaki yang diangkat pada tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.




2) Geseran.

Cara melangkah geseran: satu kaki digeser, ujung jari kaki atau tumit masih pegang lantai.

Letakkan kaki tersebut pada tempat-tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.




3) Loncatan

Kedua kaki bertolak, disusul oleh kaki lainnya, dalam hal bisa kemungkinan sesuai

dengan kebutuhan yaitu:

a) kedua kaki mendarat, di situ bersama ditempat yang sesuai dengan arah tujuan.

b) Satu kaki mendarat disusul kaki yang lain





5. Petunjuk latihan:

1. Latihan dasar tendangan dilakukan dengan sikap awal, sikap tegak 2, sikap tegak 3, atau sikap tegak 4. Dasar untuk melakukan tendangan yang baik adalah keseimbangan sikap tegak dengan satu kaki, maka latihan mengangkat satu kaki perlu diberikan terlebih dahulu. Kemudian latihan dasar menendang dengan sikap awal kuda-kuda. Setelah menendang, tungkai bagian bawah cepat-cepat ditarik kembali seperti pegas (sendal pancing). Penggunaan Tenaga + - 80%.

2. Selanjutnya dilakukan latihan bentuk-bentuk tendangan dengan sikap tubuh dan sikap tangan dimulai dari latihan tendangan depan. Latihan setempat dapat ditingkatkan dengan latihan melangkah dan merangkai.

3. Latihan tendangan haruslah pemahaman adanya elakan dan tangkisan serta pembelaan lainnya yang menjadi pembaharuan baru.

Pedoman untuk Gerakan Perangkai / Senam Pencak Silat:

1. Dari gerak gerik dasar hindaran / elakan berangkai untuk Senam Pencak Silat. Gerakan dimulai dari sikap tegak 2, 3

atau 4 dengan rangkaian gerakan sebanyak 3 gerakan dan kembali ke sikap tegak. Dilakukan mulai dengan kanan (1-

4) kemudian kiri (5-8).

2. Iringan irama dapat dengan gendang pencak, lagu-lagu mars, atau alat tabuhan daerah lainnya.

Rangkaian: A (= BU) Rangkaian: B (= BP)







Contoh: Paket Senam Gerak Dasar Belaan dan Serangan





1. Tangkisluar, langkahdepan




2. Tangkisluar, langkahserongdepan




3. Tangkis luar, langkah samping








6. Rangkuman

Pokok dasar ajaran pencak silat Indonesia, ialah: "Jangan mendahului, akan tetapi jangan mau didahului dan mengutamakan pembelaan/keselamatan". Jadi harus tetap waspada, tetapi tidak lepas pula dari pada keharusan untuk memupuk keluhuran budi, sesuai dengan Pancasila. Serangan adalah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan/tangan atau tungkai/kaki untuk mengenai sasaran tertentu pada anggota tubuh lawan.

Serangan lengan, dibagi menjadi : a. Serangan tangan

 Melalui depan, antara lain tebak, tinju, dorong, sodok, dan bandul.

 Melalui bawah, antara lain: bantul/catok, sanggah dan colok/tusuk.

 Melalui atas.

 Melalui samping, antara lain: pedang tampar, bandul dan kepret.

b. Pola Langkah Segi Tiga

Segitiga tunggal

Gambar 31: Pola Langkah Segitiga

Pelaksanaan pola langkah segitiga: berdiri di titik O, geser kaki kanan ke titik 1, ikuti kaki kiri ke titik 2,terus kaki ke titik 4, geser terus kaki ke titik 4, 5 (berat badan - di titik 5), tarik kaki kanan ke titik 6, terus kaki kanan ke titik 7 dengan kuda-kuda depan, tarik kaki kanan ke titik 8, kembali sikap awal.

Bila telah dikuasai cobalah start kaki kiri, dengan angkatan dan lompatan.

c. Pola Langkah Seri Empat

Gambar 32: Pola Langkah Segi Empat

d. Pola Langkah Huruf S

Gambar 33: Pola Lungkah Huruf S

Pelaksanaan pola langkah huruf S: berdiri di titik O menghadari sesuai arah panah, geser kaki kanan ke arah 1 berat badan di kaki kanan, ikuti kaki kiri, terus kaki kiri ke titik 3 berat badan di kaki kiri, terus kebut kaki kanan lewati kaki kiri sampai di titik 4, kaki kanan yang di titik 4 di titik 5 putar di tempat. Sementara kaki kiri yang berada di titik 3 jinjit, gugus kaki kiri lewat tanda panah dengan jalur titik-titik 6 sampai ke titik 7 dibebani berat badan, akhirnya merapat ke dua kaki di titik 8 menghadari sesuai dengan panah.

Rangkuman

Manusia bergerak adalah suatu hal yang sederhana dan biasa. Tetapi bergerak melaksanakan pencak silat, bukan hal yang sederhana dan biasa, Untuk dapat melaksanakan pencak silat dengan baik dan benar, diperlukan latihan secara berhadapan sungguh-sungguh, intensif dan terus menerus.

Hal ini disebabkan karena pencak silat merupakan variasi, sikap dan gerak yang disusun dan diatur dalam suatu sistem sikap dasar pencak silat meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah ialah kesiapan fisik untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik.

Sikap rohaniah ialah kesiapan mental, pikiran, perasaan untuk mencapai tujuan dengan waspada, siaga, praktis dan efisien. Macam-macam Sikap Dasar Puncak Silat :

a. Sikap berdiri :

 Sikap berdiri berak

 Sikap berdiri kangkang

 Sikap berdiri kuda-kuda

b. Sikap Jongkok:

 Sikap jengkok

 Sikap jengkeng

c. Sikap duduk:

 Sikap duduk biasa

 Trapsila, mengorak sila

 Sikap simpuh

 Sikap sila

 Sikap sempok/depok

d. Sikap berbaring:

 Sikap berbaring terlentang

 Sikap berbaring miring

 Sikap berbaring telungkup

e. Sikap khusus:

 Sikap tegak satu kaki

 Sikap rimau merangkak

 Sikap monyet/naga

f. Sikap pasang :

 Sikap pasang atas depan sejajar

 Sikap pasang atas depan serong

 Sikap pasang bawah jongkok ke depan

 Sikap pasang bawah jengkeng ke samping

Gerak dasar pencak silat adalah merupakan pengembangan dari sikap dasar pencak silat menjadi berbagai bentuk gerak pembelaan ataupun bentuk gerak penyerangan. Untuk menguasai gerak dasar, perlu dipahami arah delapan penjuru mata angin, dan langkah-langkah supaya dapat memporoleh kedudukan yang tepat bila munghadapi lawan disertai dengan penempatan kaki yang benar.

Bentuk-bentuk gerak dasar pencak silat.


a. Arah delapan penjuru mata angin

 Belakang

 Serong kiri belakang

 Samping kiri

 Serong kiri depan

 Depan

 Serong kanan depan

 Samping kanan

 Serong kanan belakang

b. Cara melangkah :

 Langkah dengan

 Langkah dengan

 Langkah dengan

 Langkah dengan

 Langkah dengan

 Langkah dengan

angkutan geseran Putaran lompatan loncatan ingsutan

c. Langkah dan urutan:

 Langkah cara segaris

 Langkah tegak lurus

 Langkah cara serong

d. Bentuk / Pola Langkah:

 Pola langkah lurus

 Pola langkah gergaji

 Pola langkah, ladam

 Pola langkah segitiga

 Pola langkah segi empat

 Pola langkah huruf S.







PEMBELAAN LANJUTAN


Setelah belajar bab ini, mahasiswa diharapkan memahami dan menguasai pembelaan lanjutan dalam pencak silat Sasaran bab ini agar mahasiswa dapat:

1. Menjelaskan teknik-teknik pembelaan lanjutan pencak silat

2. Menyebutkan jenis-jenis pembelaan lanjutan pencak silat

3. Mampu melakukan pembelaan lanjutan

4. Mampu melakukan lepasan, tangkapan, jatuhan dan kuncian dalam pertandingan pencak silat olahraga.

Latar Belakang

Pertandingan pencak silat olahraga digali dari prinsip-prinsip beladiri dan olahraga, sehingga secara umum mempunyai batasan-batasan antara lain: Sebagai olahraga maka pertandingan harus berjalan dengan mengembangkan kesatriaan (sportivitas) tidak cedera atau merusak pelaku-pelakunya. Sebagai olahraga beladiri pencak silat, maka pengembangan pola penyajian atau pola pertandingan harus berdasarkan kaidah pencak silat, dengan mengembangkan teknik dan taktik yang tidak ada atau mencederakan lawan. Kaidah bertanding diwamai oleh adanya prinsip teknik pencak silat yaitu diawali oleh sikap pasang, alih pada sikap pasang yang lain dengan langkah dan mengutamakan pola sambut.


Jadi pola pertandingan pencak silat olahraga secara teknis mempunyai prinsip-prinsip mengembangkan teknik dan taktik sambut, yaitu lawan menyambut serangan dengantangkisan, hindaran atau elakan dan mcmbatas dengan serangan. Berarti menghargai taktik yang lebih sulit atau mengandung risiko Iebih besar untuk prestasi teknik, misalnya serangan kaki, teknik yang ditentukan dari hasil aksi dan reaksi atau mcnangkis yang disusul serangan dengan kaki atau tangan yang masuk pada sasaran, berhasil menjatuhkan lawan dan berhasil.

Penilaian pada pertandingan pencak silat olahraga berdasarkan tingkat kesukaran dan hasil serangan, maka pembelaan merupakan faktor penting dalam pertandingan atau dalam beladiri.


1. PEMBELAAN LANJUTAN

Untuk mengembangkan dan mengembangkan penyajian pencak silat, siswa atau pesilat yang perlu memiliki perbendaharaan teknik dan taktik sehingga mampu menampilkan teknik yang bervariasi. Kekayaan teknik belaan dan serangan, tidak hanya sekedar memukul dan menendang saja, tetapi dapat mengembangkan teknik dan taktik menjatuhkan atau menjatuhkan atau mengatur dan melepaskan.

Pembelaan lanjutan merupakan teknik pencak silat yang mem punyai tidak lebih sulit dari elakan elan tangkisan. Pembelaan lanjutan diawali dengan elakan atau tangkisan, yang kadang-kadang dapat diperlukan untuk gerak pendahuluan atau gerakan berangkai.

Pembelaan lanjutan terdiri dari:

 Tangkapan - Lepasan

 Jatuhan - Kuncian


Pada pertandingan pencak silat olahraga, jatuhan yang benar-benar bernilai 3. Kuncian yang tidak bisa dilepaskan selama 5 detik mendapat nilai 5. Tangkapan, apalagi manj lepas kendali merupakan keterampilan dan pengetahuan yang tinggi. Cara menjatuhkan, dan cara mengelola, peraturan atau ketentuannya masing-masing sehingga dianggaap sah mendapat nilai.


Ketentuan unsur-unsur teknik yang tidak diperbolehkan adalah usaha untuk mencapai prestasi berupa target, menjatuhkan dan mengarahkan lawan serta teknik sambut, yaitu memunahkan serangan dan membuat batas yang berhasil. Dalam melakukan leknik tersebut harus terpenuhi syarat, arah lintasan yang benar, tidak mamatahkan / merusak serta memenuhi ketentuan syarat nilai yang ditetapkan.


2. TANGKAPAN

Tangkapan adalah suatu usaha pembelaan dengan cara menahan lengan / tungkai lawan untuk serangan berikutnya atau merupakan elemendari teknik jatuhan atau kuncian. Tangkapan dapat dilakukan dengan satu lengan atau dua lengan.

Unsur tangkapan termasuk kuda-kuda dan sikap yang memperhitungkan titik berat badan yang memberikan keseimbangan yang kuat. Dalam keseimbangan itu berarti berarti kuda-kuda demikian knkoh sehingga sukar, bahkan sebaliknya haruslah tuudah berubah ke posisi yang lain. Pengaturan tenaga seefisien mungkin agar tidak cepat lelah dalam menghadari lawan yang kuat.

Sebuah. 


a) Tangkap satu tangan Terdiri dari:

1) TangkapandenganTangan

2) Tangkapandenganlengan

3) Tangkapandengankakidikempit

Tangkapan yang baik didahului dengan teknik elakan, yaitu menghindar dari sasaran gerak lawan atau lawan lawan, atau dengan teknik tangkisan. Tangkapan dapat merekam dengan teknik jatuhan atau kuncian.



1) Tangkapandengantangan





2) Tangkapandenganlengan:

Dari dalam keluar, tangkapan lurus, latihan dengan melangkah maju tangan menutup gerakan lawan.







b. Tangkapan dua tangan:

Gambar: 72 Tangkapan dengan ketiak

Gambar 71 Tangkap dari luar ke dalam

Terdiri dari:

1) Tangkapantanganrapatsearah

2) Tangkapanrapatberlawanan

3) Tangkapanrenggangsearah

4) Tangkapanrenggangberlawanan

Dapat dilakukan dengan cara tinggi dan rendah.






TERIMA KASIH






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAFT PROPOSAL METPEN

Pertemuan Minggu ke 4

Materi Pertemuan Minggu ke 3