Rangkuma Materi Pencak Silat

RANGKUMAN MATERI PENCAK SILAT

Trias Kartika Oktrina

20060484006

2020A


 Sejarah Pencak Silat

Pencak silat Indonesia sebagai suatu mobilitas alat untuk mempertahankan diri dalam
mencapai kesejateraan hidup warga masyarakat nusantara, dalam praktek kesehariannya berfungsi sebagai alat pembelaan diri. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain. Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.

 

Aspek – aspek dan tujuan Pencak Silat


1. Pencak silat sebagai ajaran kerohanian

• Tujuan nya: Peningkatan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berbudi luhur bagi setiap pengikutnya.

• Menimbulkan rasa tenggang rasa, percaya terhadap diri sendiri, serta disiplin yang tinggi.
• Membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, hal ini juga didukung dengan
kehadiran pencak silat sendiri sebagai suatu bela diri tradisional Indonesia.
• Meningkatkan rasa persaudaraan, pengendalian diri, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.
• Mendorong rasa solidaritas sosial, keinginan untuk kemajuan, kejujuran, kebenaran, serta
keadilan bagi para pengikutnya.

 


2. Pengembangan Aspek Bela Diri


• Meningkatkan efektifitas serta keterampilan dalam hal bela diri untuk menjaga keselamatan
serta harga diri baik bagi para pengikutnya maupun bagi bangsa dan negara.

• Meningkatkan sikap tanggap, cermat, serta peka dalam menanggapi maupun memahami
segala permasalahan yang dihadapi.

• Meningkatkan ketangguhan atau keuletan dalam pengembangan kemampuan dasar dari
dalam diri masing-masing.

3. Pengembangan Seni

• Menanggulangi serta mengurangi pengaruh budaya asing yang bersifat negatif, serta
mendorong adanya sikap untuk dapat menyaring budaya asing yang positif dan berguna
dalam pembangunan budaya bangsa.

• Mengembangkan nilai-nilai pencak silat yang lebih diarahkan atau disesuaikan dengan
penerapan nilai-nilai kepribadian dalam Pancasila.

• Pengembangan nilai-nilai budaya luhur demi memperkuat kepribadian kebudayaan bangsa.

4. Pengembangan Olahraga

• Mendorong sifat sportivitas bagi para pengikutnya.

• Meningkatkan prestasi melalui pertandingan-pertandingan olahraga pencak silat.

• Meningkatkan kebiasaan hidup sehat melalui olahraga pencak silat


5. Pengembangan Pendidikan

• Meningkatkan pengetahuan yang lebih dalam.

• Pembentukan sikap yang lebih positif dan efektif yang bermanfaat pula dalam upaya
penyesuaian terhadap lingkungan sekitarnya.

• Membantu pembentukan keterampilan, seperti dalam mengambil keputusan serta
memecahkan permasalahan yang dialami.

• Meningkatkan fungsi organ tubuh karena pencak silat merupakan bagian dari olahraga yang
menggunakan kemampuan otot serta kekuatan tubuh dan keseimbangan

 

 

Perkembanga Pencak Silat

A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda

Para pembela diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yang ampuh seprti keris, tombak, dan senjata
khusus. Pasukan yang kuat pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan
lainnya pada masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan
pembelaan diri individual yang tinggi.

Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. 

Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.

 

B. Perkembangan silat pada zaman penjajahan Belanda

Pemerintahan Belanda tidak memberikan kesempatan perkembangan pencak silat atau
pembelaan diri Nasional, karena di pandang berbahaya terhadap kelangsungan
penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan
berkelompok. Sehingga perkembangan khidupan pencak silat tau pembelaan diri bangsa
Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan
sembunyi sembunyi dan oleh kelompok – kelompok kecil Pencak Silat di pertahankan. 

Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. 

C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang

 

Pencak silat sebagai ilmu Nasional yang didorong dan di kembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengorbankan  semangat pertahanan menghadapi sekutu. Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.


D. Perkembangan Pencak Silat pada zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional.

Pada tangan 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dengan
susunan pengurus besar. Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.
• Ketua Umum : Mr. Wongsonegoro
• Wakil Ketua : Suria Atmadja
• Penulis Umum : Marijun Sudirohadiprodjo
• Bendahara : Suratno Sastroamidjojo



Tujuan Berdirinya IPSI.

Pendirian IPSI didasarkan pada 3 tujuan utama sebagai satu kesatuan, yakni :

Mempersatukan dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.

Melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.

Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak. 

Asas IPSI.

Asas IPSI adalah Pancasila. Kehidupan dan hubungan di lingkungan IPSI didasarkan pada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. IPSI tidak berafiliasi, berorientasi dan berfungsi politik. 

Wilyah kerja IPSI

Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengajarkan sekitar 150 aliranPencakSilat..
Karena itu, Indonesia disebut sebagai negara sumber Pencak Silat yang terbesar.

Klasifikasi 10 Perguruan Pencak Silat Historis di Indonesia.

             Perguruan-perguruan Pencak Silat di Indonesia dapat dikategorisasikan ke dalam perguruan tradisional, peralihan dan modern. Perbedaannya terletak pada cara mengelola perguruan dan cara mengajar dan melatih. 

 Pada dasarnya, tujuan perguruan adalah melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat melalui pendidikan, pengajaran, pelatihan dan promosi.

Ada 10 perguruan yang berkualifikasi sebagai perguruan historis atau anggota khusus IPSI Pusat. Nama-nama perguruan tersebut tersebut adalah : 

Persaudaraan Setia Hati.

Persaudaraan Setia Hati Terate.

Perisai Diri.

Perisai Putih.

Tapak Suci.

Phasadja Mataram.

Perguruan Pencak Indonesia (PERPI) Harimurti.

Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI).

Putra Betawi.

Nusantara.

 

Struktur dan Mekanisme Manajemen IPSI.

                       IPSI mempunyai pengurus di eselon pusat atau nasional serta di eselon propinsi, daerah tingkat II dan kecamatan yang nama-namanya adalah : Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Ran-ting. Masa kerja pengurus IPSI adalah 4 tahun.

           Lembaga tertinggi bagi IPSI dan seluruh anggotanya adalah Musyawarah Nasional IPSI yang dilaksanakan 4 tahun sekali. Peserta musyawarah ini terdiri dari wakil-wakil Pengurus Besar IPSI, Pengurus Daerah IPSI dan 10 perguruan.

 

Lambang Kebesaran IPSI.

Kode Etik.

Ada 2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya Pesilat Indonesia.

Yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

“Prasetya Pesilat Indonesia”

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang  Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi  pekerti luhur.

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang cinta      Bangsa dan Tanah Air Indonesia.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang menjun-jung  tinggi persaudaraan dan persatuan Bangsa.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa mengejar kemajuan dan berkepribadian Indonesia.

Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan. 

Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.

 

            Selanjutnya, yang disebut pesilat Indonesia adalah Ikrar Pesilat Indonesia, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

”Ikar Pesilat”

Pesilat adalah pribadi yang berbudi pekerti luhur.

Pesilat adalah manusia yang menghormati sesamanya serta mencintai persahabatan dan perdamaian.

Pesilat adalah manusia yang senantiasa berpikir dan bertindak positif, kreatif dan dinamis.

Pesilat adalah kesatria yang menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan. 

Pesilat adalah kesatria yang senantiasa       bertanggungjawab atas kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. 

Penjelasan Lambang.

      Ada 9 makna lambang IPSI sebagai berikut:

Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan;

Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran;

Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat dan syahdu;

Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa;

Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati;




Tujuan Berdirinya IPSI.

Pendirian IPSI didasarkan pada 3 tujuan utama sebagai satu kesatuan, yakni :

Mempersatukan dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.

Melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.

Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak. 

Asas IPSI.

Asas IPSI adalah Pancasila. Kehidupan dan hubungan di lingkungan IPSI didasarkan pada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. IPSI tidak berafiliasi, berorientasi dan berfungsi politik. 

Wilyah kerja IPSI

Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengajarkan sekitar 150 aliranPencakSilat..
Karena itu, Indonesia disebut sebagai negara sumber Pencak Silat yang terbesar.

Klasifikasi 10 Perguruan Pencak Silat Historis di Indonesia.

             Perguruan-perguruan Pencak Silat di Indonesia dapat dikategorisasikan ke dalam perguruan tradisional, peralihan dan modern. Perbedaannya terletak pada cara mengelola perguruan dan cara mengajar dan melatih. 

 Pada dasarnya, tujuan perguruan adalah melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat melalui pendidikan, pengajaran, pelatihan dan promosi.

Ada 10 perguruan yang berkualifikasi sebagai perguruan historis atau anggota khusus IPSI Pusat. Nama-nama perguruan tersebut tersebut adalah : 

Persaudaraan Setia Hati.

Persaudaraan Setia Hati Terate.

Perisai Diri.

Perisai Putih.

Tapak Suci.

Phasadja Mataram.

Perguruan Pencak Indonesia (PERPI) Harimurti.

Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI).

Putra Betawi.

Nusantara.

 

Struktur dan Mekanisme Manajemen IPSI.

                       IPSI mempunyai pengurus di eselon pusat atau nasional serta di eselon propinsi, daerah tingkat II dan kecamatan yang nama-namanya adalah : Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Ran-ting. Masa kerja pengurus IPSI adalah 4 tahun.

           Lembaga tertinggi bagi IPSI dan seluruh anggotanya adalah Musyawarah Nasional IPSI yang dilaksanakan 4 tahun sekali. Peserta musyawarah ini terdiri dari wakil-wakil Pengurus Besar IPSI, Pengurus Daerah IPSI dan 10 perguruan.

 

Lambang Kebesaran IPSI.

Kode Etik.

Ada 2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya Pesilat Indonesia.

Yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

“Prasetya Pesilat Indonesia”

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang  Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi  pekerti luhur.

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang cinta      Bangsa dan Tanah Air Indonesia.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang menjun-jung  tinggi persaudaraan dan persatuan Bangsa.

Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa mengejar kemajuan dan berkepribadian Indonesia.

Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan. 

Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.

 

            Selanjutnya, yang disebut pesilat Indonesia adalah Ikrar Pesilat Indonesia, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

”Ikar Pesilat”

Pesilat adalah pribadi yang berbudi pekerti luhur.

Pesilat adalah manusia yang menghormati sesamanya serta mencintai persahabatan dan perdamaian.

Pesilat adalah manusia yang senantiasa berpikir dan bertindak positif, kreatif dan dinamis.

Pesilat adalah kesatria yang menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan. 

Pesilat adalah kesatria yang senantiasa       bertanggungjawab atas kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. 

Penjelasan Lambang.

      Ada 9 makna lambang IPSI sebagai berikut:

Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan;

Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran;

Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat dan syahdu;

Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa;

Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati;

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAFT PROPOSAL METPEN

Pertemuan Minggu ke 4

Materi Pertemuan Minggu ke 3